Beranda Crypto Cara Menggunakan Arkham Intel Cek Transaksi Onchain

Cara Menggunakan Arkham Intel Cek Transaksi Onchain

32

Pernah nggak sih, lihat thread di X yang bilang “wallet ini baru aja mindahin dana” lalu semua orang panik? Dulu saya juga begitu: buru-buru buka explorer, copy-paste hash transaksi, lalu nyasar karena terlalu banyak detail teknis. Setelah beberapa kali ngalamin—terutama pas ngecek pergerakan dana exchange dan dompet whale—saya akhirnya sering pakai Arkham Intel karena tampilannya lebih “ramah manusia” untuk merangkai cerita transaksi onchain.

Arkham bukan pengganti block explorer seperti Etherscan atau Solscan. Tapi Arkham membantu menghubungkan titik-titik: alamat, label entitas, aliran dana (fund flow), sampai aktivitas yang berulang. Kalau tujuanmu bukan cuma “TX berhasil atau tidak”, melainkan siapa kirim ke siapa dan polanya apa, Arkham terasa jauh lebih praktis.

Penjelasan inti topik

Secara sederhana, Arkham Intel adalah platform intel onchain yang menggabungkan data dari berbagai chain, lalu menampilkannya dalam bentuk yang mudah dianalisis. Di dalamnya ada fitur pencarian alamat dan entitas, label (misalnya exchange, market maker, bridge), visualisasi aliran dana, hingga dashboard untuk memantau aktivitas wallet.

Yang biasanya dicari orang saat menggunakan Arkham Intel untuk cek transaksi onchain:

  • Melihat detail transaksi (hash, waktu, gas/fee, status, token transfer).
  • Mengidentifikasi alamat yang terkait exchange, bridge, atau entitas tertentu (kalau sudah terlabel).
  • Menelusuri “jalur uang” dari alamat A ke B, lanjut ke C, dan seterusnya.
  • Memahami konteks: apakah ini deposit ke exchange, withdrawal, konsolidasi wallet, atau sekadar internal transfer.
Baca Juga :  6 Kesalahan Trader Futures Kripto Bikin Rungkat

Catatan penting: label adalah bantuan, bukan kebenaran mutlak. Arkham biasanya punya basis data label yang luas, tapi tetap ada kemungkinan salah label, label belum ada, atau alamat baru yang belum teridentifikasi. Jadi kebiasaannya: pakai Arkham untuk orientasi cepat, lalu verifikasi detailnya di explorer native chain.

Buka Arkham Intel

Pengalaman, praktik, atau kesalahan umum yang sering terjadi

Waktu pertama kali pakai Arkham, kesalahan terbesar saya adalah terlalu percaya pada satu tampilan. Misalnya, saya lihat ada transfer besar ke alamat yang terlabel “Exchange”. Saya langsung asumsi itu mau dijual. Padahal setelah saya klik lebih jauh, itu cuma alamat deposit hot wallet yang sedang melakukan internal shuffling ke wallet lain—bukan aksi jual langsung.

Beberapa kesalahan umum lain yang sering saya temui (dan jujur pernah saya lakukan):

  • Nyasar karena beda chain. Alamat yang mirip bisa muncul lintas chain (EVM), tapi aktivitasnya jelas berbeda. Pastikan network/chain-nya benar.
  • Salah baca arah aliran. Di tampilan flow, orang kadang melihat “keluar” lalu mengira rug pull, padahal itu transfer ke multisig atau treasury.
  • Terjebak angka besar tanpa konteks. Nilai USD besar belum tentu berdampak pasar kalau itu cuma perpindahan antar wallet milik entitas yang sama.
  • Terlalu fokus satu transaksi. Yang berguna justru pola: transaksi berulang, jam aktivitas, sumber dana, dan tujuan akhir.

Di lapangan, hal paling membantu adalah membiasakan diri melihat 10–30 transaksi terakhir dari sebuah alamat. Dari situ biasanya kelihatan: ini dompet operasional, dompet cold storage, aggregator, bot, atau hanya dompet retail yang sekali-sekali transfer.

Tips atau langkah praktis yang bisa diterapkan

Berikut cara menggunakan Arkham Intel untuk cek transaksi onchain dengan alur yang biasanya saya pakai saat riset cepat.

1) Mulai dari input yang paling kuat: tx hash atau alamat

Kalau kamu punya tx hash, itu paling presisi karena langsung mengarah ke transaksi spesifik. Kalau tidak ada, pakai alamat wallet atau nama entitas (jika sudah terlabel).

  • Paste tx hash untuk melihat detail transfer dan token movement.
  • Paste address untuk melihat histori transaksi, token balances, dan counterparties.
  • Ketik nama entitas (misalnya exchange besar) untuk menemukan cluster alamat yang terkait.
Baca Juga :  5 Aplikasi Trading Kripto Global Terbaik 2026

2) Cek ringkasan transaksi lalu buka detail token transfer

Di tampilan transaksi, saya biasanya cek urutan ini:

  • Status dan timestamp: sukses/gagal dan kapan terjadi.
  • From/To: siapa pengirim dan penerima.
  • Asset yang dipindahkan: native coin atau token tertentu.
  • Nilai dan fee: fee yang janggal kadang menandakan aktivitas bot atau kondisi network padat.

Kalau ada banyak token event, fokus pada transfer yang paling relevan: token utama, stablecoin, atau token yang sedang kamu investigasi. Jangan langsung terintimidasi oleh daftar event yang panjang.

3) Gunakan “entity view” untuk melihat konteks alamat

Ini bagian yang menurut saya membuat Arkham terasa beda. Saat sebuah alamat punya label atau tergabung dalam sebuah entitas, kamu bisa melihat:

  • Cluster alamat yang diduga satu kepemilikan/operasional.
  • Hubungan counterparties (sering kirim/terima dari siapa).
  • Aktivitas terkini yang berulang.

Trik kecil: kalau kamu investigasi deposit ke exchange, jangan berhenti di alamat deposit. Lanjutkan klik tujuan berikutnya sampai kamu menemukan alamat yang jelas fungsinya (hot wallet, aggregator, atau wallet konsolidasi). Biasanya 2–4 hop sudah cukup untuk melihat gambar besarnya.

4) Baca “fund flow” untuk menelusuri jalur uang

Untuk cek transaksi onchain yang “bercerita”, saya sering pakai visualisasi aliran dana. Tujuannya bukan sekadar mengikuti satu garis, tapi melihat:

  • Sumber dana: datang dari mana? bridge? DEX? exchange?
  • Tujuan akhir: berhenti di mana? exchange? mixer? smart contract tertentu?
  • Pola split: dana besar dipecah ke banyak alamat kecil (umum untuk distribusi atau obfuscation).

Kalau aliran terlihat “buntu”, sering kali karena dana masuk ke smart contract (DEX, bridge, lending). Pada titik itu, verifikasi di explorer dan lihat event swap/bridge-nya.

5) Filter aktivitas dan bandingkan periode waktu

Untuk menghindari bias, saya biasakan membandingkan:

  • Aktivitas 24 jam vs 7 hari: apakah ini lonjakan atau kebiasaan?
  • Jam aktif: beberapa wallet bot punya pola jam yang konsisten.
  • Ukuran transaksi rata-rata: transfer “tidak biasa” sering menonjol.
Baca Juga :  Trading Crypto vs Judi: Persamaan & Perbedaannya

Kalau kamu memantau wallet tertentu (misalnya wallet treasury proyek), buat kebiasaan cek secara berkala dan catat perubahan besar. Sedikit “catatan manual” kadang lebih berguna daripada mengandalkan memori.

6) Selalu cross-check ke explorer chain

Ini kebiasaan yang menyelamatkan saya berkali-kali. Setelah dapat gambaran dari Arkham, saya biasanya buka explorer terkait untuk memastikan:

  • Detail event log (swap, mint, burn).
  • Interaksi contract (router DEX, bridge contract).
  • Alamat contract yang tepat (hindari token palsu).

Insight / pelajaran penting

Kalau ada satu pelajaran yang paling terasa setelah sering cek transaksi onchain pakai Arkham Intel, ini: transaksi tunggal jarang cukup untuk menyimpulkan sesuatu. Onchain itu seperti CCTV—kamu bisa lihat kejadian, tapi motifnya harus dibaca dari rangkaian perilaku.

Beberapa insight yang menurut saya paling kepake:

  • Label itu titik awal, bukan vonis. Gunakan sebagai petunjuk, lalu buktikan lewat jejak transaksi.
  • Perhatikan “tujuan akhir”. Transfer ke alamat perantara sering menipu. Yang penting: berakhir di exchange deposit, bridge keluar, atau kontrak swap.
  • Pola lebih bernilai dari nominal. Wallet yang rutin melakukan konsolidasi tiap malam misalnya—itu bukan sinyal bearish, itu SOP operasional.
  • Kenali kebiasaan entitas besar. Exchange dan market maker sering memindah dana internal dalam jumlah masif tanpa implikasi harga langsung.

Dan yang sering terlupakan: data onchain itu transparan, tapi interpretasinya bisa bias. Kalau kamu datang dengan asumsi “ini pasti dump”, kamu akan cenderung mencari bukti yang mendukung asumsi itu. Coba netralkan dulu: ikuti aliran, lihat kontrak yang dipakai, baru simpulkan.

Pada akhirnya, Arkham Intel enak dipakai karena mempercepat proses “membaca peta”. Untuk keputusan penting—riset proyek, analisis risiko, atau sekadar memastikan rumor—paduan Arkham + explorer + sedikit skeptisisme biasanya menghasilkan analisis yang jauh lebih rapi.

Kalau kamu baru mulai, saran saya simpel: pilih satu wallet publik yang sering dibahas (misalnya treasury proyek besar), lalu latihan menelusuri 20 transaksi terakhirnya. Setelah terbiasa, kamu akan lebih cepat membedakan mana aktivitas normal dan mana yang benar-benar janggal.

langsung praktek di Intel Arkham


DAFTAR DI BINANCE (Platform Trading Bitcoin Terbesar di Dunia)

JOIN TELEGRAM BITCOIN INDONESIA
(GRATIS SINYAL TRADING)