Tips Trading Bitcoin dan Analisis Teknikal MACD

by

Trading Bitcoin dan altcoin –  oke trader pemula , ada banyak sekali para trader pemula yang menggunakan penalaran felling (asal tebak) dalam dunia trading. namun itu sah sah saja. karena setiap orang mempunyai cara yang berbeda2 dalam menghasilkan profit di dalam trading crypto.

nah pada kesempatan kali ini kita akan belajar menggunakan analisis teknikal guna membantu memprediksi pergerakan harga suatu koin, apakah nantinya akan bullish atau malah bearish. kali ini kita akan mencoba mengenal analisis Average Convergence Divergence atau disingkat menjadi MACD. 

MACD merupakan salah satu indikator teknikal yang bisa membantu Anda untuk mengidentifikasi perubahan arah. Selain itu, MACD bisa memberikan informasi apakah tren yang berlangsung cukup kuat atau tidak.

Dari namanya mungkin Anda sudah bisa menebak bahwa dasar yang digunakan MACD adalah Moving Average. Benar sekali. Tapi kita tidak akan membahas dasar teori dan perhitungannya. Dalam chapter ini kita akan membahas cara membaca MACD untuk menemukan peluang, karena itulah tujuan kita mempelajari analisis teknikal: mencari uang dari pasar finansial. Ya kan? 🙂

MACD standar yang merupakan bawaan dari platform Metatrader memiliki komponen-komponen sebagai berikut:

  1. Zero Line
  2. Histogram, yang berupa garis-garis vertikal
  3. MACD Signal Line, yang biasanya ditampilkan sebagai garis merah putus-putus.

Histogram merupakan indikator apakah tren yang terjadi cukup kuat atau tidak. Jika histogram semakin panjang, itu artinya momentum bertambah besar (tren turun bertambah kuat). Tetapi jika histogram semakin pendek, itu merupakan indikasi bahwa momentumnya semakin berkurang. Hal tersebut biasanya akan diikuti oleh koreksi.

MACD juga bisa dimanfaatkan untuk mencari entry signal. Caranya adalah dengan memperhatikan histogram dan MACD signal line. Ketika MACD signal line “melepaskan diri” dari histogram, itulah yang menjadi sinyalnya.

Sinyal buy adalah ketika MACD signal line lepas dari histogram di bawah zero line, sedangkan sinyal sell adalah ketika MACD signal line lepas dari histogram di atas zero line.

MACD ini memiliki kelemahan. Pengaturan standar dari MACD seringkali memunculkan fake signal. Untuk itu Anda harus lebih berhati-hati menggunakan MACD ini dan disarankan untuk dipakai di time frame yang agak panjang, misalnya grafik a jam-an atau grafik harian.

Menemukan Divergence

Bagaimana cara menemukan divergence dengan menggunakan MACD?

Pada dasarnya, caranya sama dengan mengenali divergence pada indikator lain seperti stochastic, CCI, atau RSI.

Pada MACD, yang Anda perhatikan adalah puncak-puncak dan lembah-lembah histogram.

Bullish divergence adalah ketika lembah grafik makin rendah namun lembah histogram makin tinggi. Pada saat tersebut histogram berada di bawah zero level. Konfirmasi dari bullish divergence adalah ketika histogram naik ke atas zero level. Gambar di bawah ini adalah salah satu contoh kejadian bullish divergence pada MACD.

Bearish divergence adalah ketika puncak grafik makin tinggi namun puncak histogram makin rendah. Pada saat tersebut histogram berada di atas zero level. Konfirmasi dari bearish divergence adalah ketika histogram turun ke bawah zero level. Di bawah ini adalah contoh bearish divergence yang terlihat pada MACD.

nah demikian analisis menggunakan MACD , mungkin jika kalian bermain di kripto khususnya indodax , mungkin di CR kalian sering mendengar kata MACD , mudah2an untuk trader pemula juga bisa mengerti ya. salam profit.

Topik :

cara analisa trading indodax|cara analisis indikator crypto|cara analisa crypto|cara baca grafik trading crypto indodax|cara membaca indikator pada trading crypto indodax|garis mcad dalam indodax itu apa|setting stochastic yang akurat trading bitcoin|Telegram sinyal indodak|